rangkaian simulasi dan prinsip kerja
Sistem ini merupakan otomasi sederhana untuk pengendalian kenyamanan dan keamanan di dalam gedung dengan memanfaatkan sensor suhu dan sensor hujan. Sensor suhu LM35 dipakai untuk mengendalikan kipas angin dan LED indikator sesuai perubahan temperatur, sedangkan rain sensor tipe HL‑83/FC‑37 digunakan untuk mendeteksi hujan dan menggerakkan penutup atap serta LED indikator secara otomatis.
Prinsip kerja sensor suhu
Sensor suhu LM35 menghasilkan tegangan analog yang linier terhadap suhu dengan sensitivitas sekitar 10 mV per derajat Celcius, sehingga pada 25 °C tegangannya sekitar 0,25 V. Tegangan ini dibandingkan dengan tegangan referensi pada komparator LM741; jika suhu mencapai atau melebihi 25 °C, keluaran op‑amp naik ke level saturasi positif sehingga mengaktifkan transistor BC547 sebagai saklar, yang kemudian mengenergikan kumparan relay. Kontak relay akan menutup rangkaian kipas angin dan LED pada sumber 12 V, sehingga keduanya menyala otomatis ketika suhu ruangan lebih besar atau sama dengan 25 °C.
Prinsip kerja rain sensor
Rain sensor HL‑83/FC‑37 menggunakan papan konduktif; ketika permukaan kering, resistansi antar jalur tinggi dan tegangan keluarannya relatif tinggi, sedangkan ketika terkena air, resistansi turun dan tegangan keluarannya berubah sesuai tingkat basahnya. Sinyal ini dikuatkan atau dipisahkan dengan op‑amp dalam konfigurasi voltage follower, lalu diteruskan ke transistor BC547 yang berfungsi sebagai driver relay; saat papan sensor basah melebihi ambang yang diatur dengan potensiometer modul, transistor mengaktifkan relay. Kontak relay kemudian menutup rangkaian aktuator penutup atap dan LED pada suplai 12 V, sehingga atap stadion menutup dan LED indikator menyala secara otomatis ketika hujan terdeteksi.
Komentar
Posting Komentar